Biakaonan
Rp20.000
Banten Pengulapan dipakai ketika terjadi kekurangan, kesalahan, atau ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan sebuah upacara, maupun ketika umat merasa perlu melakukan penyelarasan ulang. Melalui Pengulapan, umat memohon maaf dan pengampunan atas kekeliruan, sekaligus berharap agar yadnya tetap diterima dengan tulus ikhlas. Banten ini menunjukkan bahwa dalam beragama, kejujuran mengakui kesalahan juga merupakan bagian dari bhakti.
Biakaonan adalah banten yang umumnya berkaitan dengan permohonan penjagaan, keselamatan, dan “penguatan” secara niskala terhadap rumah tangga, usaha, atau aktivitas tertentu. Susunan banten ini bisa berbeda menurut desa kala patra, namun maknanya tetap sebagai pelindung dan penetralisir energi negatif. Biakaonan biasa dihaturkan pada momen-momen khusus, seperti pindah rumah, membuka usaha baru, atau setelah terjadi gangguan tak kasat mata.
| Berat | 20 lbs |
|---|






Ulasan
Belum ada ulasan.